Website Iklan Tayang Selamanya
Selamat datang di situs web periklanan jaringan unikbaca.com "Semoga Hari Anda Selalu Menyenangkan!"
Setidaknya satu iklan Anda posting juga di situs web iklan ini!
Agar pengunjung atau pengakses dapat mencari dan tahu usaha Anda
📝 POSTING Hari ini DISKON 50%

Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur. Tampilkan semua postingan
thumbnail

Ramalan Mengerikan Ini Mengatakan Bahwa Pulau Jawa akan Hancur dan Tenggelam Seperti Film 2012 | gakbosan.blogspot.com | gakbosan.blogspot.com

Ada-ada aja ramalan gafatar ini,, mengatakan bahwa pulau jawa akan tenggelam dan hancur,,emang Islam ada mengajar soal ramalan,yang namanya ramalan itu Syirik, dan tidak percaya akan qada dan qadar,,sepeti yang dikatakan penganut rafatar bahwa ramalan yang mengerikan bagi penduduk Pulau Jawa yang diterawang akan tenggelam, maka manusia yang tinggal di pulau tersebut harus hijrah agar selamat.
thumbnail

Sampul

Bagaimana Qur'an diproduksi pada masa lampau? (1)

Sampul

Seorang kenalan tadi siang (25/10/2012) membawa sebuah mushaf kuno milik saudaranya, dari Langitan, Tuban, Jawa Timur. Tidak ada kolofon dalam mushaf ini, sehingga pemiliknya ingin tahu kapan kira-kira mushaf ini dibuat. Membuka-buka mushaf tersebut, dan memotretnya, lalu terpikir bahwa mushaf ini cukup baik menjadi contoh bagaimana sebuah mushaf diproduksi pada masa lampau, meski mempunyai beberapa kekurangan. Tentu saja memang tidak ada sebuah mushaf yang benar-benar lengkap bisa mewakili semua aspek produksi sebuah mushaf. 
Baiklah, berdasarkan mushaf ini kita akan melihat beberapa aspek produksi mushaf dari masa lampau, disertai bandingan sejumlah mushaf lainnya yang relevan. Ditulis secara serial, agar tidak terlalu panjang dan membosankan.
Gambar 1. Sampul kulit bersepuh emas.

Sampul (cover) mushaf biasanya terbuat dari kulit. Dari segi hiasan, ada yang sederhana, ada yang bagus, dengan motif hiasan yang beragam. Berdasarkan mushaf-mushaf kuno yang ada, dapat diduga bahwa pada masa lampau ada semacam profesi khusus penjilid naskah, mengingat bahan yang digunakan diperkirakan tidak mudah didapatkan. Pekerjaan penjilidan naskah menyangkut jenis kulit, penyamakan, teknik pembuatan hiasan timbul, penjahitan kuras, pengeleman, pemotongan, dan hal-hal kecil lainnya. Lem yang digunakan biasanya berwarna coklat, berasal dari jenis tumbuhan tertentu. Hiasan kulit sampul biasanya berupa blind stamping (hiasan timbul tanpa warna) atau disepuh emas (Gambar 1). Pembuatan hiasan timbul tentu tidak mudah dilakukan, paling tidak dari segi peralatan yang digunakan. Penelitian M. Plomp menyimpulkan bahwa ada ciri-ciri tertentu dalam gaya hiasan sampul naskah dari beberapa daerah di Indonesia (dimuat dalam Jurnal BKI Vol. 149 No. 3, 1993, bisa diunduh di http://www.kitlv-journals.nl/index.php/btlv/issue/view/500).
Sampul naskah bagian belakang biasanya memiliki flap (penutup seperti pada amplop) (Gambar 2). Sampul naskah bagian dalam dilapisi dengan kertas, agar tampak rapi. Kertas yang digunakan biasanya adalah dluwang yang terbuat dari kulit kayu (Gambar 3), meskipun naskah yang dijilid adalah kertas Eropa. Pilihan dengan kertas tradisional untuk penjilidan naskah adalah karena dluwang lebih kuat, dan mempunyai daya lentur, sehingga tidak mudah sobek. Ini berlaku khususnya pada mushaf-mushaf dari Jawa, karena dluwang sendiri paling banyak digunakan di Jawa.
 Gambar 2. Sampul belakang dengan flap (lipatan sampul).

Gambar 3. Sampul naskah bagian dalam yang dilapisi dluwang.


Artikel terkait:
thumbnail

Qur'an Jawa Timur

Jawa Timur
Qur’an-Qur'an dari Jawa Timur: Tradisi Dluwang, Indo-Persia, dan Timur Tengah

Banyak mushaf Al-Qur’an dari Jawa Timur yang mencerminkan tradisi lokal, terutama dilihat dari jenis kertas, kaligrafi, dan iluminasinya (Gambar 1, 2, 3, 4). Meskipun demikian, tradisi intelektual masa lalu di Jawa Timur – juga Nusantara secara lebih luas - menghubungkan kawasan ini dengan pusat-pusat Islam di Timur Tengah dan Indo-Persia. Di antara pusat Islam yang terpenting pada masa lalu adalah Haramain, yang merupakan pertemuan berbagai tradisi Islam: Turki, Afrika Utara, Persia, Asia Tengah, dan India. Eratnya hubungan tersebut tercermin dalam beberapa mushaf yang ditemukan di Jawa Timur.
Gambar 1, mushaf koleksi Museum Mpu Tantular, Sidoarjo.
Iluminasi bentuk persegi merupakan ciri mushaf dari Timur Tengah, khususnya Turki, dan lengkungan-lengkungan semacam awan di sekitar baris tulisan mempertegas ciri khas tersebut. Demikian pula motif seperti rantai sebagai pembatas iluminasi, yang semakin memperkuat bahwa mushaf ini berasal dari Timur Tengah, tepatnya Turki (Gambar 5a, 5b). Sementara itu, mushaf lainnya (Gambar 6) memperlihatkan ciri Indo-Persia, meskipun disalin oleh penyalin mushaf tempatan.
Sementara, iluminasi tengah Al-Qur’an dalam mushaf lainnya (Gambar 7) mempunyai keunikan tersendiri. Gaya iluminasi seperti ini dalam tradisi naskah dunia Islam sebenarnya lebih sering menjadi iluminasi tunggal – bukan halaman ganda – yang biasanya ditempatkan di permulaan teks. Sebuah gaya ilumniasi dengan garis vertikal kanan dan kiri yang tinggi seperti itu sering digunakan dalam naskah berbentuk syair di Turki dan Persia.

Gambar 2, mushaf koleksi Museum Mpu Tantular, Sidoarjo.

Gambar 3, mushaf koleksi Museum Sunan Drajat, Lamongan.


Gambar 4, mushaf koleksi Museum Sunan Drajat, Lamongan.

 
Gambar 5a, mushaf koleksi Museum Mpu Tantular, Sidoarjo.

Gambar 5b, mushaf koleksi Museum Mpu Tantular, Sidoarjo.

Gambar 6, mushaf koleksi Museum Sunan Giri, Gresik.

Gambar 7, mushaf koleksi Museum Sunan Giri, Gresik.