Website Iklan Tayang Selamanya
Selamat datang di situs web periklanan jaringan unikbaca.com "Semoga Hari Anda Selalu Menyenangkan!"
Setidaknya satu iklan Anda posting juga di situs web iklan ini!
Agar pengunjung atau pengakses dapat mencari dan tahu usaha Anda
📝 POSTING Hari ini DISKON 50%

Tampilkan postingan dengan label Singapura. Tampilkan semua postingan
thumbnail

Singapura

Mushaf di Masjid Sultan Singapura

Jika Anda memegang kamera dan menemui sesuatu yang Anda anggap penting, sebaiknya langsung dijepret! Bisa jadi, itu satu-satunya kesempatan, dan tidak ada kesempatan kedua! Hehe... Dan saya merasa beruntung, pada awal bulan Maret 2019 lalu ketika berkunjung ke Masjid Sultan Singapura sempat memotret beberapa mushaf lama yang ada di masjid terkenal ini. Nah, awal November 2019, ketika saya berkunjung lagi ke masjid ini, mushaf-mushaf tersebut sudah tidak ada lagi, entah di mana. Namanya mushaf tua, kapan saja bisa dipindahkan, bahkan, kapan saja bisa dimusnahkan... 
Dalam bahasa Jawa ada istilah "Qur'an amoh (rusak)". Kata-kata ini juga kadang digunakan untuk menyebut sesuatu yang tidak ada manfaatnya lagi, tapi membuangnya adalah mustahil. Tidak bisa digunakan lagi, karena sudah rusak, tapi menjaganya juga 'sia-sia', akan membuang waktu dan tenaga ... 
Oleh karena itu, jadi masuk akal, Qur'an amoh itu biasanya dibakar! Ini cara yang paling lazim untuk memusnahkan benda mulia yang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi. Kita sering mendengar santri atau pengurus masjid bercerita pengalamannya membakar Qur'an yang sudah usang. Jadi, Qur'an tua yang masih bisa kita saksikan sekarang adalah sesuatu yang istimewa: itulah Qur'an yang 'selamat'!
Baik, inilah beberapa mushaf tua yang pernah menghiasi rak dan digunakan di Masjid Sultan Singapura. Siapa tahu bisa digunakan untuk penelitian lebih lanjut.
Masjid Sultan dan kawasan Kampung Gelam dilihat dari Village Bugis Hotel.


Mushaf terbitan Taj Company Limited, Lahore, Karachi, Rawalpindi, Pakistan.



Mushaf "Tarjamah Melayu", Penerbit Firma Sumatera, Bandung.

"Mushaf Standar Indonesia, nusikha 'ala ar-Rasm al-'Usmani"

Terjemahan Melayu huruf Jawi antarbaris.

Mushaf cetakan Matba' Muhammadi, Bombay.


Disertai pendahuluan ilmu tajwid dalam bahasa Melayu aksara Jawi.


Sayang sekali, bagian penerbit ini tidak jelas, tampaknya sengaja dihapus... 
Tetapi dari hurufnya, jelas bahwa mushaf ini cetakan Pakistan.


Mushaf cetakan Matba'ah Abdullah wa Awladuhu, Patani, Thailand Selatan. 
Mushaf ini banyak terdapat juga di masjid-masjid di Thailand Selatan.


Yang satu ini mushaf baru, "Mushaf Resam Uthmani" terbitan Karya Bestari, Selangor, Malaysia, 
dengan khat Usman Taha, penulis Mushaf Madinah, Saudi Arabia. 


Disertai ucapan terima kasih kepada panitia Konferensi 'From Kampong Kaji to the Holy City', Taman Warisan Melayu, 1-2 Maret 2019, khususnya Suhaili Othman dan rekan-rekan.


thumbnail

Koleksi Masjid Ba'alwie

Singapura
Qur’an dan ‘njaluk banyu’ di Masjid Ba’alwie

Tiga buah Qur’an di bawah adalah koleksi keluarga habib Ba'alwie, Singapura, seperti yang dimuat dalam buku Aksara: Menjejaki tulisan Melayu – The passage of Malay scripts (Singapore: NLB, 2007) yang diterbitkan dalam rangka pameran itu, berlangsung di Perpustakaan Nasional Singapura, 18 Januari - 30 Juni 2007.
Rupanya ketiga Qur’an di atas berasal dari Indonesia. Sebuah Qur’an dengan kertas dluwang berasal dari Jombang, Jawa Timur, kemungkinan dari lingkungan pesantren. Qur’an lainnya berasal dari Malang, Jawa Timur, dan sebuah Qur’an dengan cap kertas bergambar bulan sabit berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat. Lima tahun lalu, ketika saya berkunjung ke masjid ini pada 2008, menurut pengakuan pihak keluarga, Ba’alwie mengoleksi lima Qur’an kuno. Namun pada waktu itu semuanya sedang dikonservasi, sehingga koleksi itu tidak bisa dilihat langsung.
Qur'an dari Malang, Jawa Timur. (Foto: Repro)

Ba’alwie tampaknya memang selalu mencari koleksi baru. Pada waktu saya berkunjung ke masjid ini pun sempat ditanya, apakah saya mau menjual Qur’an, atau punya informasi orang yang mau menjual Qur’an. Saya jawab bahwa saya tidak punya informasi tentang itu.
Keluarga Ba’alwie mempunyai perhatian besar terhadap tinggalan budaya Islam, dan itu diwujudkan dalam berbagai koleksi benda budaya yang dipajang di masjid keluarga ini. Koleksi yang diletakkan di balik kotak kaca di sekeliling dinding masjid sangat beragam, di antaranya kamus, sastra Melayu, berbagai macam topi, pengait kelambu, foto Sultan Pontianak, piagam penghargaan, foto-foto masa lalu Mekah, parpor haji, koin dan uang kertas, kotak perhiasan, ‘tepak sireh’, rehal, beberapa Qur’an dari berbagai negeri Islam, dan lain-lain. Pada waktu-waktu tertentu masjid ini ramai dikunjungi umat Islam Singapura.
Pada waktu saya mengunjungi masjid ini, yang bersebelahan dengan rumah keluarga habib ini, saya melihat ada dua keluarga muda sedang “meminta air” kepada habib. Setelah sang habib membaca doa-doa di depan air kemasan itu, sang tamu pamit pulang seraya mencium tangan habib. Waktu itu saya berpikir, rupanya di Singapura yang maju ini, masih ada juga orang “njaluk banyu” – istilah di kampung saya dulu…
Qur'an dari Pontianak. (Foto: Repro)

Qur'an dari Jombang, Jawa Timur. (Foto: Repro)

 Di antara koleksi Qur'an cetakan.


 Macam-macam koleksi lain.


Masjid Ba'alwie.

Artikel terkait:
thumbnail

Qur'an cetakan Singapura

Qur'an cetakan Singapura, 1868

Qur’an cetakan Singapura ini selesai disalin pada 1 Syawal 1284 H (26 Januari 1868). Mushaf ini terdapat di sebuah toko benda antik di kawasan Ciputat, Tangerang, Jawa Barat (2011). Kolofon di akhir mushaf berbunyi:

Qad tammat hāzihi [sic!] al-Qur’ān al-‘azīm fī 1 min syahri Syawwāl hijrat an-Nabī salla Allāhu ‘alaihi wa sallam sanat 1284 ‘alā yadi al-faqīr ad-da‘īf ilā maulāhu al-ganiyy Haj Muhammad bin al-marhūm Sulaimān Sumbāwī ma‘a sāhib al-Qur’ān asy-Syaikh Muhammad ‘Alī bin Mustafā ... Jawa Purbalingga qaryat makan c-h-y-a-n tubi‘a fi Bandar Singapura qudum Masjid Sultān ‘Alī bin Maulānā as-Sultān Husain Iskandar gafara Allāhu lahum al-khatā’ wa an-nisyān wa li-wālidaihim wa li-jamī‘i al-muslimīn. Āmīn yā Rabb al-‘ālamīn, la‘alla ... al-Qur’ān fa-yazīdukum man qara’ahā, tammat, wallāhu a‘lam bi as-sawāb.

Artinya:
Selesai Al-Qur’an yang agung ini pada 1 bulan Syawal hijrah Nabi saw 1284 [Ahad, 26 Januari 1868] oleh yang faqir yang lemah kepada Tuhannya Yang Mahakaya Haji Muhammad bin al-marhum Sulaiman Sumbawi dengan pemilik Al-Qur’an Syaikh Muhammad ‘Ali bin Mustafa ... Jawa Purbalingga desa tempat c-h-y-a-n dicetak di Kota Singapura de depan Masjid Sultan ‘Ali bin Maulana Sultan Husain Iskandar semoga Allah mengampuni kesalahan dan kelupaan mereka, serta kedua orang tua mereka dan semua muslimin. Amin wahai Tuhan seluruh alam. Semoga ... Allah Mahatahu yang benar.


Penyalin yang kemungkinan sama (atau bersaudara?), yaitu Muhammad Hanafi bin Sulaiman as-Sumbawi, menyelesaikan Qur'an lainnya pada 3 Sya'ban 1286 (8 November 1869). Salah satu Qur'an itu kini disimpan di  Masjid Agung Singaraja, Bali. Silakan lihat di: http://quran-nusantara.blogspot.com/2012/04/bali-koleksi-masjid-agung-jami.html#more










thumbnail
Singapura
Kedai Seni "Pusaka Melayu", Lorong Masjid Sultan.

Di Singapura ada beberapa lembaga yang mengoleksi Qur'an kuno Nusantara, di antaranya, Asian Civilisation Museum, Taman Warisan Islam, Baalwi, dan sebuah toko seni Pusaka Melayu, di Lorong Masjid Sultan. Di bawah ini adalah dua Qur'an yang dijual di kedai seni tersebut. Qur'an pertama menggunakan kertas dluwang, dengan kolofon singkat berbahasa Jawa yang menjelaskan bahwa pemilik Qur'an ini adalah Samingan. Qur'an kedua, berdasarkan ciri-ciri kaligrafi dan iluminasinya juga diduga berasal dari Jawa. [Foto diambil pada Februari 2008].