Iklan Tayang Selamanya
📢 Promo hari ini pasang iklan di internet murah 🚀 Buruan sebar iklan massal murah ke 1.000 website, hanya 150 ribu! 👉 Posting iklan di website Iklan Kalimantan Timur ini hanya Rp10.000 rupiah iklan tampil selamanya, hubungi Kami! 🎯 Jangan sungkan untuk kerjasama lainnya, hubungi Kami! 💥 Posting iklan di 50 website! dikerjakan manual ada Diskon besar !!!
setidaknya satu iklan Anda harus ada di iklan kalimantan timur unikbaca.com ini, agar
pengakses dapat mencari dan tahu usaha Anda, posting iklan di sini murah biaya nya
🎁 DISKON hari ini sebar iklan massal murah ke 1.050 web!

thumbnail

Qur'an Kuno-kunoan 5

Anomali

Terlihat dari goresannya, para penyalin Qur'an dari zaman ke zaman menorehkan huruf dengan kesungguhan dan kehati-hatian - di samping pengetahuan, serta mungkin, kesucian. Memang tidak semua tulisan mereka bagus dan enak dibaca. Tetapi kehati-hatian dan rasa takzim mereka kepada Qur'an cukup terasa. 
Halaman awal sebuah 'Qur'an kuno-kunoan', koleksi sebuah museum di Jakarta.


Nah, tanpa bermaksud merendahkan, keberadaan 'Qur'an kuno-kunoan' (lihat: http://quran-nusantara.blogspot.com/2012/08/mushaf-quran-kuno-kunoan-ali-akbar.html) dalam mata rantai sejarah penyalinan Qur'an adalah suatu anomali! Beberapa tahun memperhatikan Qur'an kuno dari berbagai wilayah Nusantara - juga dunia Islam yang lebih luas, melalui buku-buku - saya pikir, salinan Qur'an kuno-kunoan adalah sesuatu yang sembrono.  'Sembrono' adalah kosakata Jawa yang sesungguhnya tidak mudah untuk diterjemahkan, tetapi kurang lebih berarti 'tidak sopan', 'kurang sopan', 'sembarangan', 'ngawur'. 
Lihatlah penulisan Surah al-Fatihah di bawah ini. Gaya tulisan yang sangat sederhana tidak begitu masalah, toh di lapangan juga banyak sekali Qur'an dengan tulisan yang sederhana. Tetapi, yang tidak begitu tampak dalam Qur'an ini adalah kesungguhan dalam penyalinan. Memang, tidak semua penyalin Qur'an adalah ahli agama, tetapi pemenggalan sebuah kata, apalagi berulang-ulang, tidaklah lazim dalam penyalinan Qur'an. Bahkan menurut sebagian orang itu adalah kesalahan besar. Dalam salinan naskah bukan Qur'an, seperti hikayat dalam bahasa Melayu, lebih sering kita temukan. 
Banyaknya kesalahan itu mengesankan ketidakpedulian si penyalin terhadap kebenaran teks Qur'an yang ditulisnya, dan mengesankan penulisannya terburu-buru - yang penting selesai. Para penyalin Qur'an zaman dahulu agaknya tidak ada yang seperti itu ...
 
Perhatikan sejumlah kesalahan dan kejanggalan dalam penulisan Surah al-Fatihah ini.

 Penampilan Qur'an yang dikesankan kuno.

 Goresan spidol (marker) yang tampak jelas.

Penyalinan yang tampak 'asal-asalan'.

Artikel terkait:
(1) "Qur'an Kuno-kunoan": http://quran-nusantara.blogspot.com/2012/08/mushaf-quran-kuno-kunoan-ali-akbar.html
(2) "Menyoal Qur'an Bojongleles, Banten": http://quran-nusantara.blogspot.com/2013/03/quran-kuno-kunoan-2.html
(3) "Pasar Lokal dan Internasional": http://quran-nusantara.blogspot.com/2013/04/quran-kuno-kunoan-3.html
(4) "Qur'an, pelepah pisang, anak Sunan Bonang, muslim Moro": http://quran-nusantara.blogspot.com/2013/07/quran-kuno-kunoan-4.htmlhttp://quran-nusantara.blogspot.com/2013/07/quran-kuno-kunoan-4.html 
(5) "Anomali": http://quran-nusantara.blogspot.com/2014/12/quran-kuno-kunoan-5.html
Belum berminat? tak apa 😊 bantu kami dengan membagikan link ini ke teman, siapa tahu, justru mereka sedang mencari ini!
Posting Iklan 50 Situs