“Apa yang kamu minta dalam doamu?” “Agar aku bahagia selalu?” “Misalkan, bahagia hanya mau datang padaku jika aku tanpamu.” “Maukah kamu meninggalkanku?” Penggalan-penggalan kalimat tegas dari bibir Banu, masih teringat jelas. Seakan telingaku masih mampu mendengarnya. Kedua mataku seolah masih bisa melihat wajahnya, bahkan untuk detail terhalusnya. Dalam ingatanku yang seringnya kuragukan,
