“Apa yang kamu minta dalam doamu?” “Agar aku bahagia selalu?” “Misalkan, bahagia hanya mau datang padaku jika aku tanpamu.” “Maukah kamu meninggalkanku?” Penggalan-penggalan kalimat tegas dari bibir Banu, masih teringat jelas. Seakan telingaku masih mampu mendengarnya. Kedua mataku seolah masih bisa melihat wajahnya, bahkan untuk detail terhalusnya. Dalam ingatanku yang seringnya kuragukan,
Belum berminat? tak apa 😊 bantu kami dengan membagikan link ini ke teman, siapa tahu, justru mereka sedang mencari ini!